![]() |
| Wonderlabs.io |
Banyak hal yang telah Tuhan skenariokan dengan uniknya. Alhamdulillah, besar dan kesungguhan usaha kita sebagai manusia kerap ditemukan oleh rezeki yang sebanding pada "waktunya". Hari ini saya sudah berada pada titik akhir semester tua. Internship kemudian. Memasuki simulasi dunia kerja. Tuhan menempatkan saya di Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di daerah Kab. Sleman dekat dengan stasiun Tugu.
Dikutip dari Wikipedia, "Kabupaten Sleman (bahasa Jawa: Sléman, Hanacaraka,) adalah sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukota kabupaten ini adalah Sleman. Sleman dikenal sebagai asal buah salak pondoh. Berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta sebenarnya secara administratif terletak di wilayah kabupaten ini, di antaranya Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta."
Sleman dari tempat saya dititipkan, tepatnya di daerah Colombo. Jajaran rumah tua nan begitu nyaman dipandang dan didiami. Iya. Saya menyukai rumah-rumah tua. Kerap menyimpan nilai seni yang lebih tinggi karena kekuatannya berasal dari uniknya selera warisan orangtua kita di zaman kesenian seolah dicari dan dimurnikan dalam kegembiraannya.
Perusahaan multinasional yang memilih lima kandidat (Ocha, Ririn, Asri, Rexy, dan saya) dari jurusan International ICT Business Management. Wonderlabs.io menjadi ruang dan kesempatan baru bagi kami untuk mengembangkan dan mengimplementasikan apa yang sudah kami pelajari di dalam kelas harian.
Dikutip dari laman wonderlabs.io "Wonderlabs is a VC-backed platform allowing you to hire the best designers and engineers from Indonesia's rapidly urbanizing 250 million population. Using AI, we are revolutionising project management, recruitment and human resource management."Culture kerjanya seperti perusahaan start-up company yang dirintis anak-anak muda lainnya. Kami ditempatkan di office yang rasa home sweet home. Memang benar-benar seolah di dalam rumah. Hanya saya sebagian besar kami ketika bekerja memang berada di atas meja dan kursi hitamnya. Melingkari meja panjang.
In 2009 Keith Tan and Ivan Chang started first venture at the age of 13 with just $72. In 7 years, they built Morgshop.com, Singapore's first automated tee shirt printing quotation platform, into a fully fledged apparel printing business. which sold for a low six figure amount in 2009.
In 2011, Keith and Ivan teamed up again to build Start Now, a civic-tech startup to connect people to good causes. The startup was acquired for SGD 530,000 in 2015, making it the first social enterprise acquisition in Singapore.
In December 2015, the duo founded Wonderlabs.io to focus on AI technologies. Wonderlabs.io was accepted into the SPH Plug and Play Accelerator Programme in April 2016, and closed its seed round immediately upon graduation
Bisa kita simak semua perjalanan untuk memulai tahap awal tidak harus selalu dengan modal yang besar. Dua sahabat baik itu Keith dan Ivan memiliki kontinuitas yang begitu besar dalam mengembangkan passionnya dalam start-up. Era saat ini, digital era. Sekali manusia mengenal teknologi ia tidak akan meninggalkannya dan untuk membuatnya tetap bertahan ia memerlukan konten dan fitur yang memanjakan kebutuhan.
So, Let's start a new journey ....
![]() |
| Argo Wilis Eks.4 6C |
Sepanjang jalan, saya begitu menikmati saat-saat saya harus kembali berpisah dengan kampung halaman. Hijau masih terbentang luasnya ketika sudah memasuki daerah Cilacap. Saya mengingat kalau perjalanan panjang memang kini sudah menjadi bagian dari jalan hidup saya yang tidak bisa lepas.
Sesampainya, saya dan ayah saya menuju kantor untuk
![]() |
| Angkringan Gareng Petruk |
Tanggal 23 Agustus 2017, saya kembali mengantarkan ayah saya pulang di pagi harinya karena sudah jadwal kepulangannya jam delapan pagi. Rasanya ada yang buat sedih, saat kita menerima bahwa kenyataannya perjalanan kita sampai detik ini didominasi oleh kesendirian yang panjang, namun mengesankan. Kemudian saya pergi ke Lippo mall untuk mengheningkan diri, karena di luar Yogya begitu terik siangnya. Kemudian Winda yang dari Bantul, adik angkatan, menjemput dan kami makan di SS. Enak sekali!
![]() |
| "Pacar" and his daughter |
Tanggal 24 Agustus 2017, saya datang ke wisma kantor. Di dalam kamar terdapat dua buat spring bed dan sebuah AC dan laci yang memanjang.
![]() |
| Rumah pak Bambang, Komps. Colombo |
Kami memulai hari pertama bekerja agendanya :
1. Room tour
2. Introducing the management Team in Colombo because in Yogya we have two offices.
3. Visiting pak RT; Pak Bambang.
4. Describing our job description. I'm in Market Research.
5. Analysing 3 Websites that similar with Thunderquote.com consist of work flow and features.
Sebagian besar orang-orang di sini begitu ramah. Seperti halnya sterio type yang saya ambil; Orang yogyakarta kerap humoris dan ramah. Mas Damar menjadi leader project kami. Kami sempat bertanya-tanya dengan karena Mas Damar tidak pernah memberikan respon terhadap tugas yang sudah kami selesaikan. Hanya ucapan terima kasih dan hehehe di akhir sebagai cara orang untuk saling dekat, bukan saling jaga jarak. Terima kasih Mas!
Tanggal 25 Agustus 2017, baru sehari kerja di awal. Kami mendapati libur . Di malamnya Ka Reni menceritakan banyak tentang kehidupannya begitu pun dengan kehidupan saya. Beliau meminta ide dan ide saya diterima dengan baik dan antusias. Kemudian arah perbicaraan memanjang selama semalaman sampai pagi. Beliau yang kurus itu, ternyata telah melewati masa-masa kemoterapi yang menyakitkan. Saya kagum dengan perjuangannya sampai beliau tidak memperlihatkan rasa sakitnya itu dan tetap bekerja walaupun pernah ada jeda dengan resign sementaranya.
Tanggal 26 Agustus 2017, kami memulai kerja hari kedua agendanya :
1. Reporting our assignment on google spreedsheet.
2. Making new work flow design
Mulai terasa hari-hari dalam Internship ternyata lebih banyak perkerjaannya pada tugas-tugas latihan seperti saat berada dalam kelas. Perusahaan kami saat ini memang bergerak dalam pembuatan sofware dan aplikasi secara offshore. Dari pukul delapan pagi hingga lima sore menjadi waktu kerja kami.
![]() |
| Mesjid Jenderal Gatot Subroto |
Tanggal 27 Agustus 2017, libur kembali dan hari ini adalah hari puasa kami berada di Yogyakarta. Tidak dengan Rexy karena ia lahir di Wonosobo. Kami melakukan sholat terawih serempak. Jalan kaki ke mesjid Jenderal Gatot Subroto. Catnya hijau semua. Dan kami merindukan rumah kami. Termasuk saya, ritual di keluarga saat terawih di rumah Enin. Imam diundang datang secara berkala.
Saurnya Rexy memasak nasi maut namanya merupakan kombinasi antara nasi, sambal, dan mie. Lagi-lagi sudah lima hari di Yogya dan sudah empat bungkus mie yang saya makan. :D Semoga kami bisa melalui ini dengan maksimal dan sehat ya. Aamiin.
Perjuangan tidak pernah, tidak menemukan kemenangannya!






Komentar
Posting Komentar