Langsung ke konten utama

Tips Mengurus Visa Republic of Korea





Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya saat mengapplied visa di kedutaan besar Republic of Korea di Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 57. Menyiapkan visa untuk student exchange program selama satu semester. Di usia menginjak kepala dua, saya sudah merealisasikan beberapa target besar juga, mengunjungi kedutaan Belanda dan South Korea. Alhamdulillah. Kenapa menyiapkannya sendiri? Pertama, ini menjadi ingatan dan kesempatan luar biasa untuk merasakan bagaimana proses pelamaran visa international. Kedua, mengenai prinsip. Being independent is better than being dependent in everything. Ketiga, sebagai uji ukur mental juga menariknya menyiapkan sesuatu sebagai pengetahuan baru, pengalaman baru.

Apa saja yang harus disiapkan, apa yang terjadi, dan bagaimana prosesnya?

Pertama, sebelum keberangkatan minimal waktu persiapan aman dua sampai tiga minggu. Saat itu saya baru pulang dari Europa, hanya memiliki waktu sepuluh hari dan itu terpotong dengan persiapan perpanjangan visa. Nah penting, untuk terus mengecek tanggal berlakunya visa. Biasanya jika ingin cari aman, minimal selisih dua tahun dengan tahun keberangkatan kita.

Apa saja yang harus dipersiapkan bisa di check di sini untuk info lengkapnya. Secara garis besar, Visa South Korea dibagi menjadi tiga yakni Single, short term dan Multiple Visa. Perbedaan besarnya dari segi waktu atau durasi kita tinggal dan masa berlaku jika kita ingin pulang lalu kembali pergi.

Kali ini saya hanya akan membahas tentang yang saya alami dalam menyiapkan visa untuk pelajar. Di kedutaan ini tidak ada potongan untuk pelajar dengan biaya yang sama dengan turis. Yang membedakan kita wajib membawa bukti sebagai mahasiswa dan LOA (Letter of Acceptence) dari Universitas yang bersangkutan di South Korea. 

Saya mendapatkan tiga lampiran dari Woosong University yakni, Certificate of Admission, LOA, (saya tidak tahu namanya hanya saja seperti bentuk piagam karena menggunakan tulisan Korea). :')

1) Persyaratan Umum

     - Formulir aplikasi (Download di sini)
     - Foto berwarna terbaru 1 lembar (4 x 6 cm) ditempel di formulir aplikasi
     - Paspor Asli dan Fotokopi (Fotokopi halaman identitas dan cap/stiker visa)
     - Biaya Visa (Biaya visa tidak dapat dikembalikan)
      ㆍSingle Visa(Di bawah 90 hari) : USD 30
      ㆍSingle Visa(Di atas 90 hari) : USD 50
      ㆍMultiple Visa : USD 80

         ※ Paspor tidak boleh dipinjam selama proses berlangsung


2) Lama Proses Visa: +-5 hari (rata-rata)

     - Proses visa bisa lebih dari 3 hari jika diperlukan interview 
       atau dokumen belum lengkap.
      ※  Penerimaan Aplikasi Visa : 09:00~12:00 (Sebelum makan siang)
            Penyerahan Visa : 13:30~16:30 (Setelah makan siang)

Siapkan jauh-jauh hari, list things to do. Saya kerap melakukan itu dicatatan kecil yang merangkap dengan Excel dalam Laptop. Pastikan semua lengkap. Dan sarapan sebelum proses pelamaran ya. Karena tidak ada warung makan atau cafe di dalamnya. Sedangkan proses menunggu tergantung musim dan bulan. Saat itu saya menunggu hampir tiga jam. 

Saat pelamaran untuk pelajar khususnya (karena saya tidak tahu untuk di luar itu) diwajibkan untuk melakukan medical check-up dan Kedutaan sudah menyiapkan list rumah sakit yang memiliki form khusus dengan tulisan korea. Tindakan hanya meliputi ukuran tubuh (tinggi, berat), tekanan darah, riwayat penyakit (jika ada), dan x-tray (dada/paru-paru) untuk mendeteksi pelamar mengidap turberkolosis. (Nah hati-hati lho yang perokok! hehe. :)

Saat itu saya melakukan pemeriksaan di RS. Medistra. Lokasi bersebelahan dengan kedutaan South Korea. Saya mengeluarkan kurang lebih IDR 200.000. Kemudian akan mendapatkan form dan hasil x-tray. Yang diserahkan hanya bentuk formnya saja. Jangan lupa siapkan photo formal 3.5cm x 4.5cm. Jadi usahakan persiapkan photo sebanyaknya.

Karena terpotong dengan libur Sout Korea Independent Day terpaksa saya menunggu sampai Delapan hari. Khawatirnya bukan main karena jarak antara keberangkatan hanya satu hari. Alhamdulillahnya dilancarkan dengan segala perjuangan hehe! :)

Bagaimana proses di kedutaan korea?

Pertama, saya masuk melalui gerbang kecil. Di sana saya dipindai biasa. Setelah itu berjalan ke kiri terus lurus terus ke kanan, mengikuti alur jalan. Saat masuk kita akan disambut dengan Security yang menanyakan kepentingan kita apa. Jangan lupa untuk mengambil nomer antrean. Ruanganya tidak terlalu dingin dan tidak seketat saat saya mengapplied schengen visa di kedutaan Netherlands. Kita bisa bebas menggunakan alat komunikasi. Dan tenang... bagi yang belum atau masih malu-malu berbicara bahasa inggris. Orang indonesia juga ko yang bertugas di dalamnya yang berhubungan dengan penerimaan dokumen.

Bagaimana dengan Interview?

Sebenarnya tidak terlalu ketat dan "cerewet" saat sudah dipastikan olehnya dokumen kita lengkap (jangan lupa atur urutan setelah menerima list dari urutan depan ke belakang). Saat itu hanya ditanya, "Pendidikan ya? Untuk berapa lama?" Berangkat kapan?" Sudah itu saja. Sekalipun jawaban itu sudah ada di dalam dokumen. Kemudian mereka akan memberikan kita selembar tanda untuk pengambilan. Nah di sini, kita bisa diwakilkan dalam pengambilan asalkan membawa surat tanda bukti pengambilan itu saja. Namun di Netherlands kita harus menyertakan surat penyerahan perwakilan.

Bagaimana dengan proses pengambilan?

Proses masuk ke kedutaan sama yang berbeda adalah kita datang dari jam satu siang, kemudian tidak mengambil nomer antrean. Inisiatif maju ke Counter yang sudah disediakan. Kita juga bisa mengecek status pengajuan Visa kita sudah keluar atau belum di (www.visa.go.kr) menginput nomer yang tertera di surat tanda bukti pengambilan.

Begitulah.. semoga bisa membantu dan bermanfaat. Semoga kita semua bisa menahklukan segala tantagan hidup yang lebih besar dan optimal dan luar biasa ya. Mengnahklukan batasan dunia! ;)

Tibalah di South Korea...

Gyeongbokgung Palace with (left to right) Yang-yang, Afrilia, Dianty, Laras and korean friends.



Tuhan aku tahu
Engkau selalu meluaskan segala sesuatu
termasuk kemauanku
dalam luasnya ciptaanMu

Daejeon
28 Desember 2016


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rasa South Korea Kali Pertama

Tidak ada rasa berdebar yang terlalu dalam sebelum keberangkatan. Tidak banyak waktu yang bisa ditarik longgar, jika waktu terbuat dari karet. Karena sebelumnya, Alhamdulillah. Saya mengikuti Summer School Program di Netherlands, total hari selama perjalanan Eropa hampir sebulan. Di lain halaman saya akan bahas juga insha Allah, saat perjalanan ke daratan yang sepenuhnya datar itu. :) Kepulangan dari Eropa yakni tanggal 06 Agustus 2016 dan saya harus kembali berangkat untuk program student exchange tanggal 14 Agustus 2016 selama 3-4 bulan ke depan. Ini akan menjadi rekor baru, tidak pulang ke rumah selama itu di daratan yang sangat berbeda. Di pisah lintasan darat dan udara.

Hectic Day is Beginning !!

Briefing situation in Wonderlabs Yap! Kesibukan sebagai bagian team bagian perusahaan start-up pun dimulai! Tidak mudah untuk berjam-jam duduk di depan laptop untuk mencari dan mengolah data untuk memenuhi kebutuhan clients.  28 May, 2017 kami memulai agenda kerja hari ke tiga : - Preparing presentation for marketing and promotion strategy - Presentation in front of the CO-CEO, Keith Tan. - Presentation in fornt of Mas Damar as the leader of our project. Tidak semua dari team kami berkesempatan secara video conversastion dengan Keith mengadakan presentasi. Karena jam beliau yang begitu sibuk dan padat. Sosok muda di usia 28 tahun sudah memiliki perusahaannya di tiga negara, Singapore, Australia, dan Indonesia. Inspiring! 29 May, 2017 kami memulai agenda kerja hari ke empat : - Mas Damar gave ask new assignments; Rexy and Asri in Mock up design, Ocha and Dianty did not change; Ocha in Talent acquisition and Dianty in Content Development. I am in Market Rese...