Langsung ke konten utama

Postingan

Hectic Day is Beginning !!

Briefing situation in Wonderlabs Yap! Kesibukan sebagai bagian team bagian perusahaan start-up pun dimulai! Tidak mudah untuk berjam-jam duduk di depan laptop untuk mencari dan mengolah data untuk memenuhi kebutuhan clients.  28 May, 2017 kami memulai agenda kerja hari ke tiga : - Preparing presentation for marketing and promotion strategy - Presentation in front of the CO-CEO, Keith Tan. - Presentation in fornt of Mas Damar as the leader of our project. Tidak semua dari team kami berkesempatan secara video conversastion dengan Keith mengadakan presentasi. Karena jam beliau yang begitu sibuk dan padat. Sosok muda di usia 28 tahun sudah memiliki perusahaannya di tiga negara, Singapore, Australia, dan Indonesia. Inspiring! 29 May, 2017 kami memulai agenda kerja hari ke empat : - Mas Damar gave ask new assignments; Rexy and Asri in Mock up design, Ocha and Dianty did not change; Ocha in Talent acquisition and Dianty in Content Development. I am in Market Rese...
Postingan terbaru

Internship in Wonderlabs, Yogyakarta

Wonderlabs.io  Banyak hal yang telah Tuhan skenariokan dengan uniknya. Alhamdulillah, besar dan kesungguhan usaha kita sebagai manusia kerap ditemukan oleh rezeki yang sebanding pada "waktunya". Hari ini saya sudah berada pada titik akhir semester tua. Internship kemudian. Memasuki simulasi dunia kerja. Tuhan menempatkan saya di Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di daerah Kab. Sleman dekat dengan stasiun Tugu. Dikutip dari Wikipedia, " Kabupaten Sleman  ( bahasa Jawa :  Sléman ,  Hanacaraka , ) adalah sebuah  kabupaten  di  Daerah Istimewa Yogyakarta ,  Indonesia . Ibukota kabupaten ini adalah  Sleman . Sleman dikenal sebagai asal buah  salak pondoh . Berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta sebenarnya secara administratif terletak di wilayah kabupaten ini, di antaranya  Universitas Gadjah Mada  dan  Universitas Negeri Yogyakarta ." Sleman dari tempat saya dititipkan, tepatnya di daerah Colombo. Jajara...

Tips Mengurus Visa Republic of Korea

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya saat  mengapplied visa di kedutaan besar Republic of Korea di Jalan Jendral Gatot Subroto Kav. 57. Menyiapkan visa untuk   student exchange program selama satu semester. Di usia menginjak kepala dua, saya sudah merealisasikan beberapa target besar juga, mengunjungi kedutaan Belanda dan South Korea. Alhamdulillah . Kenapa menyiapkannya sendiri ? Pertama, ini menjadi ingatan dan kesempatan luar biasa untuk merasakan bagaimana proses pelamaran visa international. Kedua, mengenai prinsip . Being independent is better than being dependent in everything. Ketiga, sebagai uji ukur mental juga menariknya menyiapkan sesuatu sebagai pengetahuan baru, pengalaman baru. Apa saja yang harus disiapkan, apa yang terjadi, dan bagaimana prosesnya? Pertama, sebelum keberangkatan minimal waktu persiapan aman dua sampai tiga minggu. Saat itu saya baru...

The Perfect Score

Namsan Tower, Seoul, South Korea (2016.09.17) Kembali melatih   tulisan . Hari ini  hari kali pertama selama berada di Korsel, hujan dengan intasitas lebih besar dari sebelumnya. Biasanya hanya gerimis atau hawa mendung yang masuk sampai ke tulang. Iya, mendapati kabar duka dari tanah air, Garut. Terkena banjir bandang, terakhir korban yang ditemukan meninggal di angka 33 jenazah. Bukan main kagetnya, karena selama ini  Garut memang dikenal dengan dataran yang lebih tinggi. Akan tetapi yang namanya musibah, bisa menimpa siapa dan apa saja. Namun yang disangkan adalah kurang pemerhati pemerintah setempat dalam merawat main insfrastruktur publik, apalagi yang berhubungan dengan tanggul dan sungai di musim hujan.  Status awal hari  yang ditulis dalam  facebook  : " di sini juga hujan akhirnya. padahal seharusnya masih panas. tapi air mata dari korban-korban terbawa angin ke mari juga. jika aku menjadi lembaran baru dal...

#1 Traveling Irit : Daejeon Expo-Park, South Korea

A Photo has taken in Daejeon Expo-Park Kali ini saya akan flashback sedikit ke belakang, di tanggal 2 September 2016.  Dengan kehendak Tuhan. Tiba-tiba saya dipertemukan dengan tiga orang Banglades "aneh" hehe :) Karena kami satu Bus saat pembuatan Bank account untuk Hanna Bank (Bank domestik terbesar di South Korea). Sore terlalu suntuk, sementara kelas padat beserta hal yang "sangat tidak membuat nyaman" sampai dipertemukan di ruang Dean saat itu, membahas beberapa hal.  David, Me, Tafim, Rajib Tiga orang ini, akan naik taksi. Dengan nada menyambut, mereka mengajak pulang naik Taksi bersama. Karena masih banyak antrean mahasiswa lainnya yang belum beres dengan proses administrasi. Dengan gesit langsunglah saya ikut dengan mereka. Tanpa mengkhawatirkan apapun ( sebab hanya saya sendiri sebagai perempuan)    Sampailah singkat cerita di SolGeo, waktu menunjukan pukul 8 malam. Dengan tawaran yang pas, (karena sangat lapar) hehe. Mereka mengundang say...

Rasa South Korea Kali Pertama

Tidak ada rasa berdebar yang terlalu dalam sebelum keberangkatan. Tidak banyak waktu yang bisa ditarik longgar, jika waktu terbuat dari karet. Karena sebelumnya, Alhamdulillah. Saya mengikuti Summer School Program di Netherlands, total hari selama perjalanan Eropa hampir sebulan. Di lain halaman saya akan bahas juga insha Allah, saat perjalanan ke daratan yang sepenuhnya datar itu. :) Kepulangan dari Eropa yakni tanggal 06 Agustus 2016 dan saya harus kembali berangkat untuk program student exchange tanggal 14 Agustus 2016 selama 3-4 bulan ke depan. Ini akan menjadi rekor baru, tidak pulang ke rumah selama itu di daratan yang sangat berbeda. Di pisah lintasan darat dan udara.

Kenagan Idul Adha dan South Korea

(A photo has Taken in Solgeo, Daejeon) Hening. Begitu suasana yang begitu menyesap terasa. Islam sebagai agama minoritas, tidak membuat pemerintah setempat memberikan "tanggal merah" untuk melaksanakan ibadah sunnah di pagi harinya. Tidak ada kubah mesjid atau kumandang takbir yang paling dirindukan saat menanti Idul Adha datang. Eid Mubarak.  Di sini, saya menyadari kalau Indonesia begitu indah oleh karena konsep dan gagasan besar yang menguatkan nilai-nilai berbangsa. Hanya dalam aplikasi yang masih perlu dibenahi. Namun, jujur semakin saya pergi ke beberapa negara di luar, semakin saya mencintai dan ingin berkontribusi lebih besar untuk negara saya, Nusantara.